Profil abu miftah Ka Abu miftah adalah profil penulis yang bersahaja dan penuh semangat. Sejak duduk dibangku SMA beliau sudah menceburkan diri di dunia seni dan teater. Pria berperawakan sedang ini, hidupnya sudah ditakdirkan sebagai pekerja seni. Ia pernah terlibat pertunjukkan teater baik sebagai penulis naskah, aktor maupun sebagai sutradara. Pada Festival Teater DKI tahun 1995, ia pernah memenangkan Penata Artistik terbaik, Relawan WANADRI pada musibah korban banjir 2002 dan Penghargaan WorkShop pusat kesenian Wilayah DKI Jakarta 1993 sempat diraih. Pilunya Pria yang selalu dijuluki "manusia kardus" (Dengan kardus disulap menjadi hasta karya) ini pernah menjadi badut disejumlah TK/Paud/TPA di ibukota. Memasuki tahun 1997 bapak beranak 3 (tiga) ini mulai serius mendalamkan dunia tulis menulis. Seering dengan peningkatan poisisinya sebagai penasehat Teater Kampus sekaligus Sutradara, ia mulai mengenal dunia Jurnalistik. Tak ayal ketika lulus, ia mulai memasuki dunia kewartawanan. Di mulai dari Majalah Hidayatullah, Majalah Tripartit, Majalah SAKSI, Tabloid Intelijen. Di tahun-tahun inilah aktifitasnya terus membuming, terlebih ketika ia bekerja di Lembaga Kemanusian bertitle Nasional tulisannya selalu menggugah pembaca, seakan begitu hidup, seperti Nasib Uang Receh (Masuk salah satu penulis dalam buku Menembus Batas Logika, Penerbit Era muslim). Beberapa tulisan yang pernah dimuat Anda bisa melihat di warnaislam, matadunia, oase iman-eramuslim, berpolitik, penulis lepas dll. Serangkain itu semua pria yang selalu mencintai dunia anak-anak mempunyai cara sendiri untuk berkomunikasi dengan anak. Dengan Pondok Dongeng yang dipimpin, ia berharap semua anak selain pandai bercerita, ,membuat daur ulang juga pandai menulis. Kini Abu miftah selain mendongeng ia dikenal sebagai nara sumber Jurnalistik mahasiswa dan trainer pendongeng . Akhir kalam, sebagai Pendongeng, kak Abu Miftah berharap cukup mulia jika anak-anak Indonesia kelak menjadi generasi robani yang santun dan soleh. TRACK RECORD Selain perorangan, sekolah dan yayasan, lembaga/perusahaan yang masih berkenan bekerjasama dengan Kak Abu Miftah antara lain : PKPU Cipta Makmur Sejahtera (CMC) Nada Cipta Raya (NCR) Hotel Santika, Jakarta Agenda mendongeng yang pernah dilakoni antara lain adalah : Puluhan Taman Kanak-kanak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi & Tangerang. Puluhan Sekolah Dasar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi & Tangerang. Acara-acara Ulang Tahun anak di wilayah Jabodetabek. Road Show di 10 Taman Kanak-kanak wilayah Bandung Trainer Dongeng untuk Guru TK. PAUD, SD Dan lain-lain. Dalam memenuhi undangan Kak Abu Miftah bersedia mendongeng untuk anak-anak, melatih cepat mendongeng (guru) , baik untuk kegiatan sekolah, sosial, ulang tahun, family gathering, promo produk. Prestasi Anak-anak Pondok Dongeng 1. Juara II Pencariaan Bakat Kategori Anak , Parung- Bogor, 2011 2. Juara I Lomba Mewarnai Circuma Plus, Parung- Bogor, 2010 3. Lomba mewarnai gambar PG/Tk/TPA/SD Parung- Bogor, 2010 Facebook :abumiftah mendongeng Twiiter : @abumiftah_one http://abumiftah.multiply.com/ Untuk ORDER/INVESTASI ANDA DAPAT MENGHUBUNGI / KONTAK KAMI dI PERUMAHAN PARUNG VILLA - CISEENG - BOGOR, 0817725321 atau 08811 649 770
Dalam rangka Isra Miraj, Pondok Dongeng - Abu Miftah, Parung 8ogor. menggelar road show, Gerakan Cinta Sholat 5 waktu, dalam pementasan Opera Anak Hapalan Sholat 'Delisa' (anak aceh korban tsunami).di TK,SD, SMA dll) sejabodetabek antara Mei s/d Juni 2012. Mau tahu seru dan kesedihannya. Berminat hub : Kak abu miftah (O8177 25 321) info : abumiftah.multiply.com.FB : abumiftah mendongeng.
GURU DAN PENDONGENG Kiprah Abu miftah, Sejak anak-anak masih kecil, saya udah biasakan bercerita kepada mereka. Anak pertama, saya mulai serius memberikan dongeng dan cerita ketika usianya 5 tahun. Setiap saya bercerita ia sangat antusias mendengarkan.... more
![]() my son in a washing machine.3gptak pernah terpikirkan jika ankku masuk ke dalam mesin cuciabumiftah.multiply.com
![]() era muslimBuku Menembus Batas Logika ini berisikan berbagai kisah, peristiwa dan kejadian yang dialami, didengar atau dilihat para penulisnya. Mengapa saya menggunakan ungkapan para penulis? Karena memang buku ini ditulis oleh banyak penulis dengan beragam... more
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||




Kiprah Abu miftah, Sejak anak-anak masih kecil, saya udah biasakan bercerita kepada mereka. Anak pertama, saya mulai serius memberikan dongeng dan cerita ketika usianya 5 tahun. Setiap saya bercerita ia sangat antusias mendengarkan.... 
